Sejumlah Anggota Brimob Bersenjata Lengkap Datangi Bareskrim, Ada Apa?

Spread the love
Bharada E. Kehadiran pasukan Brimob di Gedung Bareskrim Polri ini, sebetulnya sudah terjadi sejak Kamis (4/8/2022). Persisnya, sehari setelah Tim Gabungan Khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit, bersama Dittipidum Bareskrim Polri, mengumumkan status tersangka Bharada E, Rabu (3/8/2022) malam.

PASTIBISA, Markas Kepolisian Nasional menjelaskan keberadaan lusinan anggota Mobil Brigadir (Brimob) yang sepenuhnya dipersenjatai di gedung Bareskrim Polri. Direktur Polisi Investigasi Kriminal dari Direktur Jenderal Kejahatan (Dirtipidum), Brigade General (Brigjen) Andi Rian mengatakan kehadiran pasukan Brimob untuk melaksanakan keamanan di sekitar polisi investigasi kriminal.

Andi tidak menjelaskan keamanan apa yang dimaksud. Namun, ia menjelaskan, aplikasi keamanan pasukan Brimob atas permintaan resmi lembaga investigasi kriminal. “Kehadiran staf Brimob, untuk melindungi investigasi kriminal. Itu adalah permintaan resmi untuk penyelidikan kriminal,” kata Andi ketika dia menghubungi Sabtu (6/8/2022).

Andi menolak asumsi kehadiran Brimob Krops, sebagai tanggapan terhadap Bharada Richad Eliezer (E) sebagai tersangka dalam pembunuhan Brigadir Nofriansya Yoshua (J) oleh Dittipidum Barskrim Poly. Kehadiran pasukan Brimob dalam pembangunan penyelidikan kriminal Kepolisian Nasional, sebenarnya telah terjadi sejak Kamis (4/2022). Tepatnya, sehari setelah tim khusus yang dibentuk oleh Kepala Umum Polisi Nasional Listyo Sigit, bersama dengan Dittipidum Barskrim Polri, mengumumkan status tersangka Bharada E, Rabu (3/8/2022) malam.

Baca Juga : Apa Isi Pasal 338 KUHP, Pasal 55, dan 56 yang Menjerat Bharada E?

Bharada E, diangkat sebagai tersangka dengan Pasal 338 KUHP, Pasal 55 Juncto dan Pasal 56 KUHP, terkait dengan pembunuhan Brigadir J di rumah mantan Inspektur Jenderal Inspektur Propam de Kadiv (Irjen ) Ferdy Sambo, Jumat (7/7/2022) melakukannya.

Setelah mendirikan Bharada dan sebagai tersangka, Inspektur Jenderal Sambo, Kamis (4/8/2022), diperiksa oleh tim peneliti Dittipidum Bareleskrim. Ujian hari itu diadakan selama tujuh jam, hingga sekitar 17.00 WIB. From Thursday morning (3/8/2022), from the monitoring of the Republic, in reality the presence of Brimob’s body with a green camouflage uniform, with long barrel weapons, along the Raden Patah road, the Entrance to the north of the criminal Bangunan Investigasi. Pasukan Brimob juga dilengkapi dengan semacam kendaraan tempur.

Tak satu pun dari kekuatan mobile brigade di luar area di gedung Bareskrim. Hingga Kamis (4/8/2022), pasukan hanya mengelilingi eksterior Gedung Investigasi Kriminal dekat di markas Kepolisian Nasional. Namun, dua unit kendaraan lapis baja di Brimob juga tampak diparkir di sisi parkir internal di sebelah barat gedung investigasi kriminal.

Pada hari Sabtu (6/8/2022), dilaporkan bahwa pasukan Brimob memasuki gedung utama polisi investigasi kriminal. Mereka masuk dengan seragam kamuflase, dengan ransel yang tampak seperti helm yang berat, anti peluru dan mengenakan senjata panjang dan pendek.

Pintu masuk Brigade Seluler untuk Gedung Investigasi Polisi bersama -sama dengan kehadiran Bharada E. E. Penampilan para pengacara untuk menyajikan surat pengunduran diri resmi sebagai pembela Bharada E.

Bharada E Sejak Kepolisian Nasional ditunjuk mencurigakan, Rabu (3/8/2022) di malam hari, sementara itu dilemparkan ke Pusat Investigasi Kriminal Polisi. Bharada E dituduh membunuh Brigadir J dalam inspektur jenderal kediaman resmi Sambo. Bharada E dan Brigadir J adalah anggota lain dari Polisi Unit Brimob yang memiliki tugas divisi Propam sebagai Inspektur Jenderal Sambo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.